Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1429 H
Semoga semua amal kebaikan yang telah dilipatgandakan Nya selama bulan Ramadhan menjadi bekal bagi kita semua dalam meniti hari-hari ke depan…
Mohon maaf lahir dan bathin…

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1429 H
Semoga semua amal kebaikan yang telah dilipatgandakan Nya selama bulan Ramadhan menjadi bekal bagi kita semua dalam meniti hari-hari ke depan…
Mohon maaf lahir dan bathin…

Malam pun masih macet
Sudah tradisi…, maka ada hari dalam bulan Ramadhan yang mengajak (atau mengharuskan?) bis hantaran pulang malam. Itulah saat ada undangan buka puasa bersama di Thamrin 8.
Acara kali ini dilakukan pada 25 September, dan dimulai pada pukul 5 sore, bertempat di Masjid Iqro BPPT. Saat berbuka, santapannya lumayan beragam dan peserta, so pasti, buanyak juga. Selesai berbuka, dilanjutkan dengan sholat berjamaah. Setelah sholat barulah dipersilakan ke lantai penghubung gedung (tempat biasanya kantin berada) untuk santap malam bersama.
Alhamdulillah lauk pauk yang tersedia buanyak dan nikmat rasanya. Dan rombongan Bogor segera meninggalkan Thamrin pada jam 18:45. Peserta di bis kali ini gak terlalu banyak, maklumlah, kalo peserta Bogor mah lebih memilih buka di rumah, jadi pulang jauh lebih awal.
Ternyata, walau bulan puasa, Jakarta di malam hari masih menyisakan kemacetan yang berlebih. Kondisi ini mengakibatkan para penumpang setia 41 sampai di rumah rerata jam 8:30…

Fais
Keluarga besar paguyuban “kedatangan” lagi seorang putra mungil nan lucu, dari mbak Fanny Meliani dan mas Eryk. Tanggal 12 September 2008, Fais, yang bernama lengkap Faishal Fawas Ramadhan, dilahirkan dengan berat 2,8 kg dan panjang 46 cm.
Selamat untuk mbak Fanny dan mas Eryk, yang telah diberi amanah maha indah ini. Semoga kehadirannya Fais bisa menjadikan keluarga semakin bahagia…
Untuk para fans berat si 41, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan 1429 H ini.
Jadwal keberangkatan 41 tetap lho: (sesuai di warung penjemputan masing-masing).
Perubahan ada pada jadwal pulang:
Suatu hari , saya ketemu Gus Saridin. Wajahnya sumringah seperti biasanya, namun kali ini lebih sumringah, pertanda hatinya sedang berbunga-bunga.
“Assalamu’alaikum Gus Saridin… kaifa hal (artinya apa kabar?)”, sapa saya.
“Wa’alaikum salam… alhamdulillah… bil khoir (artinya baik, sehat)… “, sambut Gus Saridin hangat.
“Wah Gus Saridin wajahnya kok sumringah banget… ada apa gerangan?”
“He…he…he….”, dia tidak menjawab, hanya cengengesan seperti biasa memperlihatkan giginya yang agak kusam.
“Ayolah Gus Saridin, ada apa gerangan? Baru dapat lotre ya?” pancing saya. Biasanya dia akan terpancing jika saya menyodorkan kata-kata yang agak miring. Dan benar saja, matanya tiba-tiba molotot sambil bergumam.
“Lotre gundulmu.., ane barusan dari tempatnya Kyai Sodron,” jawab Gus Saridin.
“Kyai Sodron? Siapa dia?” tanya saya, maklum selama ini saya belum pernah dengar nama yang agak asing. Biasanya kalau titelnya Kyai ya pakai nama yang bau-bau bahasa arab.

Erna dan Arif
Bulan Agustus ini beberapa keluarga peguyuban sedang melangsungkan hajat keluarga yang membahagiakan. Informasi dari Penghulu Paguyuban, setidaknya ada tiga momen yang (insya Allah) terjadi dan akan membuat bertambah semaraknya keluarga besar Paguyuban.
Pada tanggal 9 Agustus 2008, Sabtu, ada dua Undangan Pernikahan:
Sementara itu pada tanggal 10 Agustus 2008, Minggu, juga ada Acara Tasyakur Walimatul Ursy dari Happy Karunia Robbi (putra dari pak Handoto), bertempat di Gedung Balai Samudra Jl. Boulevard Barat No. 1 Kelapa Gading Jakarta Utara. Waktu pukul 19:00 – 21:00.
Semoga Allah menghimpun yang terserak dari keduanya, memberkati mereka berdua, meningkatkan kualitas keturunan mereka, menjadikan pembuka pintu-pintu rahmat, sumber ilmu dan hikmat serta pemberi rasa aman bagi umat. (Doa Nabi Muhammad SAW pada pernikahan putri beliau Fatimah Azzahra dengan Ali bin Abi Thalib).
Amin.
Selamat berbahagia…!!!
“Kemana aja Gus Saridin, lama menghilang…” sapa saya ketika secara kebetulan bertemu shohib saya Gus Saridin di sebuah mall. Dia sedang membolak-balik tumpukan baju yang sedang didiskon.
” He….he…. he…., biasa… ngobyek…..” seperti biasa jawab Gus Saridin sambil cengengesan. Tapi kali ini saya menangkap kesan lain. Senyumnya agak dipaksakan dan tentu saja rasanya kecut…
” Maksud Gus Saridin??” selidik saya serius. Tidak biasa dia bilang ngobyek.
“Ah… masak Ente kagak tahu. Akhir-akhir ini ane memang disibukkan dengan mengurus persyaratan di KPU. Daftarin partai JIL saya, biar bisa ikut pemilu di tahun depan…” Jawab Gus Saridin.
“Dapat nomor berapa Gus Saridin?” saya tambah penasaran.
“Dapat nomor 35″ jawabnya enteng. Lanjutkan membaca ‘Tentang bis kita’
Komentar Terakhir